Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan
perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…
Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
benderang di hidupku..
Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi
Oh Tuhan aku merasa..
sendiri menyepi…
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri….aku merasa sendiri..
sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh..
Kuingin cahyaMu
benderang di hidupku..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan
perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…
Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
benderang di hidupku..
Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi
Oh Tuhan aku merasa..
sendiri menyepi…
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri….aku merasa sendiri..
sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh..
Kuingin cahyaMu
benderang di hidupku..
"Sendiri Menyepi" By Edcoustic
Bebas bukan berarti lari dari tanggung jawab..bebas bisa mempunyai berjuta makna, rasa dan asa...
Ku bebas hari ini..karena rasa yang mengikat persendianku telah ku runtuhkan...
Ku bebas hari ini karena asa yang ku bangun dari pasir halus kehidupan berangsur menjadi kerikil kuat dan menghentakkan..
Ku bebas hari ini karena cermin yang kulihat tak lagi menyembunyikan siapa aku yang pemalu...
Ku bebas hari ini karena tatapanku yang nanar kini tajam menukik kedepan menyoroti seantaro panggung kehidupan..
Ku bebas hari ini karena mulutku yang gugu kini memulai kelancarannya berderai seperti jatuhan serpihan butiran-butiran salju yang perlahan..
Ku bebas hari ini karena perlahan beban pundakku telah ku ceraiberaikan layaknya tameng besar yang diledakkan petasan..
Kini ku bisa sedikit menggerakkan sayap..tak kuhiraukan pekikan yang menahanku...tak kuhiraukan
kecaman yang semakin menyeretku...kini ku bebas...
Yang ada hanyalah perjalanan ini milikku...Podium kehidupan ini akan ku design dengan semangatku...
Yang ku tahu ku hanya percaya padaNYA yang SATU..
Ku bebas hari ini...mengekspresikan dunia yang semula hanya kertas buram..Ku akan beli pewarna kehidupan dengan prosesku..Setiap persinggahan stasiun kehidupanku akan ku pakukan jejakku..
Biarkan pelangi senja menemaniku hingga celah langit tersibak senyum untukku..Disana lembayungpun telah menungguku...hingga akhir nanti aku beristirahat tenang sampai matahari terbenam dan menyurukkan wajahnya menuju ke peraduan abadi..
Ku bebas hari ini..karena rasa yang mengikat persendianku telah ku runtuhkan...
Ku bebas hari ini karena asa yang ku bangun dari pasir halus kehidupan berangsur menjadi kerikil kuat dan menghentakkan..
Ku bebas hari ini karena cermin yang kulihat tak lagi menyembunyikan siapa aku yang pemalu...
Ku bebas hari ini karena tatapanku yang nanar kini tajam menukik kedepan menyoroti seantaro panggung kehidupan..
Ku bebas hari ini karena mulutku yang gugu kini memulai kelancarannya berderai seperti jatuhan serpihan butiran-butiran salju yang perlahan..
Ku bebas hari ini karena perlahan beban pundakku telah ku ceraiberaikan layaknya tameng besar yang diledakkan petasan..
Kini ku bisa sedikit menggerakkan sayap..tak kuhiraukan pekikan yang menahanku...tak kuhiraukan
kecaman yang semakin menyeretku...kini ku bebas...
Yang ada hanyalah perjalanan ini milikku...Podium kehidupan ini akan ku design dengan semangatku...
Yang ku tahu ku hanya percaya padaNYA yang SATU..
Ku bebas hari ini...mengekspresikan dunia yang semula hanya kertas buram..Ku akan beli pewarna kehidupan dengan prosesku..Setiap persinggahan stasiun kehidupanku akan ku pakukan jejakku..
Biarkan pelangi senja menemaniku hingga celah langit tersibak senyum untukku..Disana lembayungpun telah menungguku...hingga akhir nanti aku beristirahat tenang sampai matahari terbenam dan menyurukkan wajahnya menuju ke peraduan abadi..
UNIKnya Mempelajari Gen Beserta Karakteristik yang Dibangunnya dari dalam Diri.
Sudah tidak asing lagi mendengar istilah Gen. kata-kata ini tidak lagi hanya menjadi kosakata dari orang-orang sains, tapi sudah menjadi kosakata bagi semua orang. Siapa yang tidak mengenal gen?
Sudah pasti kita mengenal istilah gen karena istilah ini sudah sejak kita lahir tersandang di diri kita.
Sudah pasti kita mengenal istilah gen karena istilah ini sudah sejak kita lahir tersandang di diri kita.
Lalu apa uniknya mempelajari gen? Subhanallah. Sesungguhnya Allah itu benar-benar maha kuasa atas segala-galanya. Bayangkan gen yang berukuran sangat kecil mampu menyimpan beribu-ribu informasi genetika di dalamnya. Kalau diibaratkan dengan sebuah alat penyimpan data, mungkin gen adalah alat penyimpan data yang tiada tandingannya dan paling akurat.
Gen diwariskan melalui persilangan dengan menghasilkan keturunan.
Sudah pasti struktur genetika kita
yang sekarang ada di dalam tubuh ini adalah warisan orang tua kita.
Separo berasal dari bapak, dan separonya dari ibu.
Demikian pula yang dimiliki oleh orang tua kita, berasal dari orang tua mereka,
separo dari bapaknya, separo dari ibunya. Demikian selanjutnya.
Struktur genetika kita itu mengandung gen-gen nenek moyang kita.
Entah berapa persen dari yang ada pada diri kita itu, adalah gennya manusia pertama.
Wallahuallam.
Sudah pasti struktur genetika kita
yang sekarang ada di dalam tubuh ini adalah warisan orang tua kita.
Separo berasal dari bapak, dan separonya dari ibu.
Demikian pula yang dimiliki oleh orang tua kita, berasal dari orang tua mereka,
separo dari bapaknya, separo dari ibunya. Demikian selanjutnya.
Struktur genetika kita itu mengandung gen-gen nenek moyang kita.
Entah berapa persen dari yang ada pada diri kita itu, adalah gennya manusia pertama.
Wallahuallam.
Dahsyatnya lagi, ternyata gen selain alat penyimpan informasi genetik, juga sebagai alat perekam. Kok bisa?bukankah sejauh yang kita tahu gen hanya mewarisi sifat-sifat dasar bahkan sifat fisik saja atau yang dikenal sebagai sifat fenotip yang biasa tampak pada kita?Dulu dikira begitu. Dikira gen-gen di dalam tubuh kita ini hanya mewariskan sifat-sifat dasar bahkan hanya sifat fisik saja. Ternyata suatu penelitian menyatakan bahwa struktur gen kita ternyata bisa merekam berbagai kebiasaan dan tingkah laku yang kita miliki. Gen merekam karakter dan watak. Gen merekam pola piker bahkan merekam berbagai sifat yang secara berulang-ulang kita lakukan dalam hidup kita. Dari sebuah literatur yang saya baca, bahkan kebiasaan tertawapun berpengaruh dan terekam di dalam struktur gen kita yang kemudian diwariskan ke anak cucu kita. Pernahkan kita melihat seseorang yang kebiasaan tertawanya dan kebiasaan marah-marahnya sama dengan orang tuanya. Yang sering terlihat adalah kebiasaan anak perempuan yang sama dengan kebiasaan ibunya.Sedikit banyaknya, hal ini benar-benar mengubah cara pandang kita terhadap gen. Bahwa kualitas gen sangat dipengaruhi oleh bukan hanya kualitas fisik, melainkan juga sikap mentalyang kita jalani semasa hidup. Didalam diri kita ini tersimpan berbagai macam energi gen. ada energi positif dan energi negatifnya. Itu tergantung kita yang memanfaatkannya. Jika kita senantiasa bersikap baik tentu akan menghasilkan mekanisme yang bisa mempengaruhi gen-gen kita agar berkualitas baik pula dan disinilah energi positif tadi akan teraktifkan. Menariknya, berpikir positif bisa menyalakan gen-gen positif. Sedangkan berpikir negatif bakal menyalakan gen-gen negatif.Lalu bagaimana faktor genetik dapat membangun karakteristik seseorang? apakah benar gen lebih dominan dalam penentuan karakter seseorang? Pertanyaan yang sangat menarik dan saya yakin banyak diantara kita yang ingin tahu kejelasannya. Manusia adalah makhluk yang bebas dalam mencari jalan nasibnya. Dari sisi lain, manusia ditentukan oleh garis keturunannya. Dikatakan bahwa orang tua tidak hanya menurunkan sifat-sifat lahiriah pada seorang anak, namun juga bisa melahirkan karakter si anak yang mencakup sisi kebaikan dan keburukan. Lho berarti benar dominasi gen lebih besar dalam menentukan karakter kita itu?Pada dasarnya, setiap karakter yang terpancar dari dalam diri kita adalah sifat bawaan yang telah diturunkan secara genetika oleh kedua orang tua kita. Gen tersebut akan mempengaruhi setiap karakter kita. Namun sedikit pencerahan buat kita, ternyata dominasi gen hanya beberapa persen saja dibandingkan dominasi dari faktor lingkungan. Walaupun pada dasarnya genlah yang membangun karakter setiap manusia tetapi faktor lingkunganlah yang akan memberi pengaruh bagaimana nantinya kita bersikap dan berkarakter. Jadi, selain faktor genetik sebagai faktor yang berpengaruh, juga terdapat faktor lainnya yang sangat bekerja aktif pada diri manusia, diantara yang terpenting adalah lingkungan. Karakter yang telah ada karena turunan genetika dapat kita ubah sesuai dengan keadaan lingkungan kita. Lingkungan yang mempengaruhinyapun dapat kita bagi menjadi dua yaitu lingkungan yang berasal dari diri kita sendiri atau yang dikenal dengan keinginan hati untuk mengubah karakter tersebut dan lingkungan yang berasal dari sekitar kita seperti dimana kita tinggal, pergaulan, dsb.Islam mengajarkan bahwa seseorang dalam kondisinya bebas memilih untuk merubah karakternya. Seseorang yang memiliki karakter jahat sekalipun bisa berubah baik jika lingkungan hatinya menuntut dia untuk berubah baik dan lingkungan pergaulannya juga menuntut hal demikian.Jelas disini kita banyak membahas mengenai gen, keunikannya, serta pengaruhnya dalam membangun karakter kita. Dengan adanya gen yang menbangun karakter dan dikombinasikan dengan pengaruh lingkungan dan ikhtiar yang baik semoga saja membuat energi positif dari gen yang telah diwariskan kepada kita terpancarkan dan kita bisa menjadi pribadi yang memiliki karakter yang baik dan sesuai yang diharapkan dalam Islam.
Surat Cinta untuk Sang GarudaGaruda itu tak pernah lelah, dengan kekuatan hati dan kematangan pikiran sang garuda dengan gagah menyibak kabut lapangan, menggeser semua hadangan, dan dengan gesit mempermainkan lawan hanya dengan satu tujuan, demi menguasai satu telur putih belang-belang . Mengejar sang telur kian kemari tiada henti, dan tak merelakan sedikitpun rivalnya mendekati sang telur. Kaki Garudaku begitu kokoh, cakar garudaku begitu tajam, sayapnya begitu gagah, dan paruhnya begitu runcing, siap menghajar lawan, namun tetap dalam kedamaian.
Sang Garuda ku berlari kencang , berlari mengejar waktu, berlari mendapatkan telurnya, dan berusaha sebanyak cara untuk membuat sarang di gawang rivalnya. Bagi Garudaku, satu menit atau dua menit sangat berharga sebeharga amanah dari bangsanya. Setiap peluh yang dia titikkan membawa aroma harum untuk bangsanya, setiap langkah larinya mengisyaratkan bahwa dia tengah berjuang mengantarkan sebuah kemenangan sebagai hadiah untuk bangsanya tercinta, jiwa nasionalismenya begitu menghawa, bahkan terasa sampai ke kami yang berada dibalik layar kaca,
Aku tahu banyak sekali yang menghargai perjuanganmu, namun tak sedikit pula yang mengumpat serta menghujatmu. Meski begitu aku yakin sang Garudaku tak surut langkah, pudar asa, layuh kaki, serta mengerucut sayap, Semua kerikil pujian dan batu hujatan akan kau kumpulkan untuk membangun pertahananmu yang kokoh. Hiasilah pertahananmu dengan do’a dan harapan kepada Allah, karena bagaimanapun, akhirnya Allah jua yang memberikan vonis akhir perjuanganmu.
Kini apa kabarmu Garuda? Lelahkah berlari, letihkah berjuang? Perjuangan itu memang pahit dan melelahkan, namun untuk mendapatkan sesuatu yang manis, ya dengan begitulah caranya.
Tidak usah putus asa dengan suatu kekalahan, karena dihati kami rakyat Indonesia, kau adalah sebuah kemenangan, Sebuah kemenangan bangsa yang besar yaitu dengan menghargai sebuah permainan, setidaknya kau menunjukkan sportifitasmu dan meyuguhkan permainan yang penuh dengan kedamaian, diakui pertahanan lawan memang patut diberi jempol, namun mereka tidak memaknai inti dari sebuah permainan, Permainan adalah suci, jangan mengotori dengan memberi bingkai kecurangan, dan ketidakadilan.
Bersiap siagalah garuda, harapan itu masih ada, perjuanganmu masih panjang, dan permadani untukmu masih terbentang, Runtuhkan semua beban berat yang ada di pundakmu, hingga akhirnya kau bebas menggerakkan dan mengepakkan sayapmu…..Terbanglah dengan Gagah!!!!!
Sumber : Mbah Google.
Sumber : Mbah Google
Bermainlah sahabat, layaknya kau anak kecil yang tak punya beban apa-apa... yang tak ada agenda-agenda tersembunyi di balik tawa dan warna...Tersenyum lepaslah...karena sepenuhnya
panggung hijau itu podium mu....
Sumber : Mbah Google.
Sumber : Mbah Google
Bermainlah sahabat, layaknya kau anak kecil yang tak punya beban apa-apa... yang tak ada agenda-agenda tersembunyi di balik tawa dan warna...Tersenyum lepaslah...karena sepenuhnya
panggung hijau itu podium mu....
Salam Damay….
By: Suporter nan Damay
Garuda Bersiaplah!!!!! Berjuanglah Garudaku, Permadani itu masih Terbentang.
Posted by: Unknown in Garuda di Dadaku
Doa untuk Sang Garuda..
Apa kabarmu wahai Garuda Indonesiaku?
lelahkah berjuang?
letihkah berlari?
kami tahu lelahnya ragamu
bahkan kami tahu setiap peluh yang bercucur menyebarkan aroma harum bangsamu..
kekuatan larimu melambangkan kokohnya pondasi bangsamu..
di pundakmu tergantung harapan bangsamu..
kau memang sering dipuji.. namun tak sedikit pula umpatan,hujatan,cacian,dan makian mendarat ke telingamu..
meski begitu, Garudaku tak pernah menyerah,tak pernah melemah,tak pernah getir,
bahkan ...(continue
Apa kabarmu wahai Garuda Indonesiaku?
lelahkah berjuang?
letihkah berlari?
kami tahu lelahnya ragamu
bahkan kami tahu setiap peluh yang bercucur menyebarkan aroma harum bangsamu..
kekuatan larimu melambangkan kokohnya pondasi bangsamu..
di pundakmu tergantung harapan bangsamu..
kau memang sering dipuji.. namun tak sedikit pula umpatan,hujatan,cacian,dan makian mendarat ke telingamu..
meski begitu, Garudaku tak pernah menyerah,tak pernah melemah,tak pernah getir,
bahkan ...(continue
nennydarmayanti@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.



